
Landasan dalam hal ini, adalah atsar daripada para sahabat. Diantaranya;
Riwayat sahabat Ali radhiyallahu beliau berkata;
إذا كان أحدكم يصلي فليحسر العمامة عن جبهته
"Jika salah seorang dari kalian shalat, maka singkaplah imamah dari dahi kalian."[ HR.Al-Baihaqi dalam Sunan Kubro (2660) ]
Riwayat dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu anhu;
كان إذا سجد و عليه العمامة يرفعها حتى يضع جبهته بالأرض
"Bahwa beliau (Ibnu Umar) ketika sujud dan sedang memakai imamah, maka beliau angkat sedikit imamahnya hingga meletakkan dahinya di tempat sujud."[ Idem (2661) ]
Riwayat dari sahabat Ubadah ibn Shomit radhiyallahu;
أنه كان إذا قام إلى الصلاة حسر العمامة عن جبهته
"Bahwa beliau (Ubadah) ketika shalat maka beliau singkap imamah dari dahinya."[ Idem (2662) ]
Adapun bagian telapak tangan, kaki (bagi laki-laki), maka hukumnya sunnah untuk dibuka, dan bukan syarat sahnya sujud. Sedangkan lutut maka makruh dibuka, bahkan jika sampai terlihat aurotnya (bagian atas lutut), haram dan shalatnya batal. Wallahu ta'ala a'lam.
✍ Abu Harits Danang Santoso Al-Jawi
https://linktr.ee/fiqhgram

.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar